Puisi Kontemporer

Sekarang kita kembali membahas mengenai sastra yang memang tak akan ada habisnya dan terus berkembang disetiap jamannya.Puisi Kontemporer adalah bentuk puisi yang berusaha lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Misalnya saja Sutardji mulai tidak mempercayai Kekuatan kata tetapi dia mulai berpaling pada eksistensi bunyi dan kekuatannya. Danarto justru memulai dengan kekuatan garis dalam menciptakan puisi.

Puisi kontemporer memang cenderung berbentuk aneh dan ganjil. Di samping Sutardji dan Danarto, juga Sapardi Djoko Damono, penyair lain mencanangkan bentuk puisi ganjil adalah : Ibrahim Sattah, Hamid Jabar, Husni Jamaluddin, Noorca Marendra, dan sebagainya.

Lebih jauh boleh dikatakan bahwa puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa,memakai kata-kata makian kasar,ejekan,dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambang intuisi,gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.

Ciri-ciri Puisi Kontemporer

  1. Menolak kata sebagai media ekspresinya
  2. Bertumpu pada simbol-simbol nonkata
  3. Menampilkan kata sedikit mungkin
  4. Bebas memasukkan unsur bahasa asing atau daerah
  5. Memakai kata-kata supra/irasional, kata-kata yang dijungkirbalikkan
  6. Menggarap tipografi secara cermat
  7. Berpijak pada bahasa inkonvensional

Contoh Puisi Kontemporer dan Maknanya

SOLITUDE
yang paling mawar
yang paling duri
yang paling sayap
yang paling bumi
yang paling pisau
yang paling risau
yang paling nancap
yang paling dekap
samping yang paling
Kau ! ( 1981:37 )

yang paling mawar”, artinya yang paling mempunyai sifat-sifat seperti mawar, yaitu biasanya warnanya merah cemerlang, menarik, indah dan harum. Jadi kesunyian (solitude) itu mempunyai sifat yang paling menarik, indah, serta harum. “yang paling duri” artinya paling menusuk, menyakitkan, menghalangi, seperti duri. ”yang paling dekap” ialah yang paling mesra seperti orang mendekap. Begitulah kesunyian itu. Dan di samping sifat yang paling itu adalah “Kau“ yaitu Tuhan . Jadi, bila orang dalam keadaan yang paling itu, orang akan teringat atau melihat “Tuhan“ .

Kata kontemporer secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Selain itu, puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi kontemporer berusaha lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, memakai kata-kata makin kasar, ejekan, dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambing intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.

Biasanya puisi-buisi kontemporer bertemakan

  1. Tema protes yang ditujukan kepada kepincangan sosial dan dampak negatif dari industrialisasi
  2. Tema humanisme yang mengemukakan kesadaran bahwa manusia adalah subjek pembangunan dan bukan objek pembangunan.
  3. Tema yang mengungkapkan kehidupan batin yang religius dan cenderung kepada mistik
  4. Tema yang dilukiskan melalui alegori dan parabel
  5. Tema tentang perjuangan menegakkan hak-hak azasi manusia berupa perjuangan untuk kebebasan, persamaan hak, pemerataan, dan bebas dari cengkeraman dari teknologi modern.
  6. Tema kritik sosial terhadap tindakan sewenang-wenang dari mereka yang menyelewengkan kekuasaan dan jabatan.

 

Ciri-ciri Puisi Kontemporer

  1. Puisi bergaya mantra dengan sarana kepuitisan berupa pengulangan kata, frasa, atau kalimat.
  2. Gaya bahasa paralelisme dikombinasi dengan gaya bahasa hiperbola dan enumerasi dipergunakan penyair untuk memperoleh efek pengucapan maksimal.
  3. Tipografi puisi dieksploitasi secara sugestif dan kata-kata nonsens dipergunakan dan diberi makna baru.
  4. Kata-kata dari bahasa daerah banyak dipergunakan untuk memberi efek kedaerahan dan efek ekspresif.
  5. Asosiasi bunyi banyak digunakan untuk memeroleh makna baru
  6. Banyak digunakan gaya penulisan prosais
  7. Banyak menggunakan kata-kata tabu. Banyak ditulis puisi lugu untuk mengungkapkan gagasan secara polos.

Macam-Macam Puisi Kontemporer dan Contohnya

Puisi Kontemporer dibagi 3 bagian, yaitu :

  1. Puisi mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer.

     Ciri-ciri mantra adalah:
Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu
Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri
Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah.
Contoh:

  Shang Hai

ping di atas pong
pong di atas ping
ping ping bilang pong
pong pong bilang ping
mau pong? bilang ping
mau mau bilang pong
mau ping? bilang pong
mau mau bilang ping
ya pong ya ping
ya ping ya pong
tak ya pong tak ya ping
ya tak ping ya tak pong
sembilu jarak
Mu merancap nyaring

(Sutardji Calzoum Bachri dalam O Amuk Kapak, 1981)
  1. Puisi mbeling adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Puisi ini muncul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak, dan oleh pengasuhnya yaitu Remy Silado, lembar tersebut diberi nama “Puisi Mbeling”. Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main. Ciri-ciri puisi mbeling adalah:

Mengutamakan unsur kelakar;

pengarang memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi, rima, irama, pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).

Contoh:

     Sajak Sikat Gigi

     Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur
     Di dalam tidur ia bermimpi
     Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka
     Ketika ia bangun pagi hari
     Sikat giginya tinggal sepotong
     Sepotong yang hilang itu agaknya
     Tersesat di dalam mimpinya dan tak bisa kembali
     Dan ia berpendapat bahwa, 
     kejadian itu terlalu berlebih-lebihan

(Yudhistira Ardi Nugraha dalam Sajak Sikat Gigi, 1974)
  1. Puisi konkret adalah puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu. Puisi seperti ini tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media. Di dalam puisi konkret pada umumnya terdapat lambang-lambang yang diwujudkan dengan benda dan/atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya.

    Contoh:

      Doktorandus Tikus I
     
     selusin toga
     me
     nga
     nga
     seratus tikus berkampus
     diatasnya
     dosen dijerat
     profesor diracun
     kucing
     kawin
     dan bunting
     dengan predikat
     sangat memuaskan

(F.Rahardi dalam Soempah WTS, 1983)

 

 

 

 

Tentang kelasmayaku

materi bahasa indonesia
Pos ini dipublikasikan di kasastraan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Puisi Kontemporer

  1. tukangkabar berkata:

    saya suka contoh2 yang anda berikan. Terus update. ^_^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s